Pembagian kelompok terhadap anak calon paskib atau biasa dibilang 'CAPAS' akan diumumkan.
gue masuk kedalam kelompok bersama beberapa orang dimana saat itu jumlah anak capas masih 105 anak.
Dan pada saat itu demi apa entah gue ga tau, PJ gue si kak 'Abel' itu.
hari latihan itu gue jadi rada semangat huehehe..
Saat ngelatih dia sering ngelihat gue gitu *bukannyakepedean* tapi ini realita.
namanya latihan dasar jadi cuman hadap-hadap dan lainnya, saat itu dia didampingin kak didi-baridi.
Hari kedua latihan..
hm, Masih ada aroma semangat gue karna mengingat wajahnya. gue datang dengan pakaian olahraga gue yang masih mengkilat, dan ditengah tengah latihan, gue seriiiiingggg banget natap tuh muka cowo, dan di sela latihan ga tau kenapa dia tiba-tiba bilang
"eh eh coba kamu liatin nih anak, manis kam" dengan senyum-senyum sepertinya dia malu. dan dia bilang hal itu dengan temannya.
gue menatap mukanya sambil tersipu malu, atau anak sekarang bilangnya sih 'sal-ting'. gue bingung mau ngomong apa. perasaan gue semakin absurd.
Hari ketiga latihan, datar sama seperti kemarin-kemarin yah masih biasa-biasa saja.
Tapi saat itu gue masih mikirkan ada apa diantara hati gue ini-_-
apakah ada racun, atau apa bisa dibilang gue 'galau'..
Setelah dipikir-pikir. hmm.. *lanjut tidur*
Hari ke-empat latihan..
Gue datang, gue menatap dia yang menggunakan baju berwarna hitam, sama persis saat mocagak.
saat latihan, dia ada berkata hal yang pernah terjadi
"eh eh coba kam lihat nah anaknya manis betul" ucapnya sambil berbicara dengan temannya
tapi dia salting sendiri dan tiba-tiba dia bilang
"eh ini manis, ini manis, semuanya manis" entah kenapa gue berpikir kenapa ini orang salting sendiri.
adzan ashar-pun berbunyi.
Terlihat ukiran senyum pada wajah anak-anak capas seperti gue, sesambilnya gue berjalan menuju musholla, ada Kak hadis lewat, gue pun berkata
"Kak, itu nah kak" ucap gue.
"Siapa de?" ucap kak hadis
"Itu nah kak, yang baju hitam?"
"oh abel, kenapa emangnya de?"
"hmm anu kak.."
"kenapa de? kamu suka dia kah?"
"hmm, anu kak iya kak.." dengan malu-malu atau salting.
"hah? Abeeeeeeeeeeeeeelllllllllll" teriak kak hadis sangking shock-nya dia.
"kenapa?" Ucap kak abel
"ka hadis, jangan kasitaaauuuuu" ucapku
gue buru-buru ambil air wudhu.
sembari lewat tiba-tiba
"ssssttttt" desah yang menurut gue dari kak abel.
gue menoleh ke arahnya yang sedang membuka sepatu. dan dia melampirkan senyuman ke gue.
dengan kagetnya gue, gue juga refleks senyum ke dia.
aneh rasanya, tapi hal itu ga bisa gue lupakan, senyuman itu loh.
wah dari situ gue sadar apa yang gue rasakan.
bahwa jujur gue suka sama 'dia'.
Hari berikutnya..
Ada sms masuk
“Ini Yulya kan”
gue baca pesan tersebut sambil bingung memikirkan siapa orang tersebut. dan gue pun membalas
“iya, ini siapa ?”
“Hmm Ini saya de, abel” dengan kagetnya gue nyengir-nyengir sendiri, sudah gundah gulana hati ini sulit di ungkapkan, layaknya seperti orang jatuh cinta. *lebay* dan dengan sok santainya gue membalas.
“oh iya kak, kenapa ?”
“gapapa de Cuma penasaran
aja sama nomor kamu”
Dari sms singkat itu kita saling berkomunikasi meskipun saat itu hanya lewat sms, tapi lama-lama sms itu berubah menjadi sebuah perhatian.
Suatu saat ditanggal 17 agustus 2012 tepatnya sekitar jam 10-an
saat itu juga kami sedang sms-an dan dia mengirim pesan
“De aku mau ngomong
tapi malu”
“apaan kak ?”
“Sebenarnya pengen
ngomong kata-kata ini langsung didepanmu”
“ya ngomong aja dulu
kak, nanti kalo ketemu baru ngomong langsung”
“iya de, Bismillah, kaka suka kamu de !!”
Suasana hening setelah
sms itu kukirimkan balasan yang kutunggu sangat lama hingga handphone bergetar
dan…
“Sejak kapan kak ?
kalo saya sejak MOS hari ketiga”
Sejak saat itu, kami menganggap tanggal itu tanggal jadian kami padahal bukan hehehe..
aneh ini bisa dibilang pengalaman 'pertama' gue.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar