Mungkin sebagian orang berpikir sekolah itu yang penting lulus, tapi menurut gue itu kurang tepat. Sekolah itu bukan ajang untuk fashion, berkelahi untuk menjadi jagoan, dan lain sebagainya. Akan tetapi, sekolah itu tempat kita mencari ilmu, sosialisasi bersama teman, guru, yah kegiatan positif deh biar otak kite meluas, ga telmi ataupun gaptek.
Gue inget saat mendekati ujian nasional SMP nih keadaan sekolah itu berubah seratus delapan puluh derajat meennnn!! Keren. Dari anak yang bandel, males belajar, semua berubah. Mereka jadi rajiiiiinnnn pake banget dah belajarnya. Apalagi pas ujian, semua anak kudu pada megang buku sama pulpen dah hahaha..
Memang aneh ciri khas belajar anak indonesia, tapi apa yang gue ceritakan sih ga semuanya begitu cuman 'Sebagian Besar'-nya saja.
Pada akhirnya setelah gue melewati hari-hari pendekatan gue yang begitu dekat dengan buku dan pulpen telah terlewati. Tinggal menunggu hari 'H'-nya saja lagi dan rasanya itu seperti tenggelam dalam lautan namun terselamatkan oleh pangeran laut. *wkwk lebay*
---Back to the Topic---
Hari 'H' pun datang, anak-anak sekolah pada deg-deg-an dengan sebuah kata 'lulus' atau 'tidak'. Dan ternyata kepala sekolahpun menyatakan kami lulus 100%.
"alhamdulillah" ucap gue sambil melihat teman-teman yang bersorak ria.
Namun jujur,bukan itu yang gue tunggu. Gue menunggu hasil nilai 'NEM' gue sih berharap nilai nem gue minimal 32, memang cukup rendah bagi yang nemnya diatas 38, tapi gue sadar akan tingkatan otak gue yang ga begitu tinggi.
Akhirnya pembagian nem-pun mulai, satu persatu maju mengambil nilai mereka. Ada yang menangis terharu, menangis emang karna jelek nilainya, dan senang atau bahagia dengan hasilnya yang baik.
Tanpa gue sadari nama gue tersebut oleh wali kelas gue
"Yulya?" ucap wali kelas gue
"iya ibu?" ucap gue sambil maju kemeja ibunya.
"ini hasil nilai nem-mu, lalu kamu tanda tangan di sini ya"
" oh, iya ibu"
Setelah menandatangankan, secara perlahan gue menjauh dari suasana ramai, lalu gue membuka nilai nem yang terbungkus amplop coklat tersebut.
Dan ternyata, wah cukup senang sih walau agak sedih, tapi ya di syukurin aja kan, nilai nem gue emang di atas 32 tapi ada nilai yang kesesep. Nilai gue 33,9 kurang 0,1 ?!! Janggal sih tapi kan memang sudah 'takdir'.
Itulah hal yang gue alami selama ujian hingga nilai akhir yang gue dapat.
Dan pastinya banyak rasa yang menggelut dalam hati, yah meskipun mayoritasnya rasa deg-deg-an sih, hehehe..
Intinya percaya deh, hasil apapun yang lo dapatkan di akhir 'UN' nanti itu
adalah hasil lo belajar selama lo sekolah itu bagaimana. Bisa jadi jika lo belajar sering jailin guru, bolos dan lain sebagainya, yah hasilnya lo kena karma deh. Percaya deh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar